Budidaya Jambu Kristal Terbaru 2022

Ngopisantuy.comBudidaya Jambu Kristal Terbaru 2022, pada artikel kali ini kami akan membahas tentang Budidaya Jambu Kristal Terbaru 2022 simak berikut pembahsannya.

Tanaman jambu kristal merupakan hasil mutasi jambu bangkok. Jambu kristal mengandung biji buah kurang dari 3%, dagingnya renyah, dan pada penampilan pertama, jambu kristal tampaknya hampir tidak memiliki biji.

Permukaan buah mengandung tonjolan yang tidak beraturan. Setiap buah memiliki berat antara 250 dan 500 gram. Kulit luar buahnya berwarna hijau pucat, sedangkan dagingnya berwarna putih.

Budidaya Jambu Kristal Terbaru 2022

Saat daging buah hampir matang teksturnya renyah, dan saat sudah matang teksturnya lembut. Buah ini memiliki kadar air yang tinggi dan tingkat kemanisan 11-12o brik.

jambukristal

Jambu kristal dapat diawetkan hingga satu bulan dalam penyimpanan jangka panjang dengan jaring busa dan penutup plastik pada suhu 57o C. (Wang 2011).

Baca Juga : Prospek Bisnis Keramik Ekspor Modal Kecil Terbaru 2022

Jambu kristal berbuah pada umur 7 bulan dari biji cangkok dan dapat menghasilkan 5-7 buah per pohon dengan berat masing-masing 300 gram.

Pada umur dua tahun, setelah menghasilkan buah, jumlah buah per pohon adalah 15-30, dengan output rata-rata 70-80 kg per pohon selama enam bulan.

Tanaman ini menghasilkan buah sepanjang tahun. Panen dapat dilakukan dua kali setahun, dari bulan Desember sampai Maret dan lagi dari bulan Juni sampai September.

Namun, hal itu tidak wajib karena petani dapat mengontrol panennya sendiri dengan memangkas. Perawatan intensif menghasilkan kehidupan ekonomi sepuluh tahun.

Jambu kristal merupakan tanaman yang tumbuh subur di daerah panas (tropis). Curah hujan yang ideal untuk pertumbuhan jambu kristal adalah antara 1.000 dan 3.800 mm per tahun. Sedangkan suhu berkisar antara 15 hingga 34 derajat Celcius dan kelembapan udara berkisar antara 70 hingga 90 persen.

Jika udara memiliki tingkat kelembaban yang rendah, itu menandakan bahwa udara tersebut kering karena kekurangan uap air.

Keadaan demikian menguntungkan bagi perkembangan tanaman jambu kristal. Jambu kristal dapat ditanam pada ketinggian mulai dari 50 sampai 1000 meter di atas permukaan laut.

Penanaman jambu kristal pada ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut sangat tidak disarankan. Semakin tinggi ketinggiannya, semakin rendah suhunya dan semakin rapat awannya. Penyakit ini memperlambat perkembangan tanaman, menyebabkan banyak bunga yang gagal terbentuk karena pertumbuhan bunga yang tidak merata, dan mengurangi produksi buah secara otomatis (Wang 2011).

Sinar matahari merupakan faktor iklim lain yang mempengaruhi kelangsungan hidup tanaman jambu kristal. Fotosintesis pada jambu kristal membutuhkan sinar matahari penuh, terutama pada saat produksi buah. Artinya, area tanam yang ideal adalah lahan terbuka yang menerima sinar matahari langsung sepanjang hari.

Kurangnya sinar matahari dapat menyebabkan hasil yang lebih rendah. Angin memiliki peran dalam penyerbukan dalam pertumbuhan jambu kristal, namun angin kencang dapat menyebabkan hilangnya bunga.

Juli-September (musim kemarau) merupakan waktu terbaik bagi tanaman jambu kristal untuk berbunga, sedangkan November-Februari (musim hujan) merupakan waktu terbaik bagi tanaman ini untuk berbuah (Hodijah 2013).

TANAH

Jambu kristal dapat tumbuh subur di berbagai kondisi tanah, termasuk tanah dengan tekstur sedikit keras, selama tanah bagian atas cukup gembur untuk memungkinkan akar mengalir dan menggenggam tanah dengan aman. Misalnya, tanah grumusol dengan kandungan bahan organik tinggi dan kemampuan menyimpan air.

Jambu biji di wilayah tersebut akan tumbuh subur dengan cepat dan menghasilkan buah berkualitas tinggi. Akan tetapi, karena akar tumbuh pada kedalaman tersebut, sebaiknya bagian tanah yang dapat menampung air hingga kedalaman 0,51 m. Selanjutnya lubang tanam dibuat cukup besar agar akar tanaman muda dapat berkembang dengan bebas.

Daya adaptasi pohon juga cukup luas, mulai dari pH tanah 4,58,2. Jika lebih rendah dari pH (karena tanah asam), dapat diatasi dengan terlebih dahulu menerapkan kapur pertanian. Namun, penanaman harus dilakukan pada pH tanah 6,57,5.

Selama musim hujan, usahakan untuk tidak membanjiri area tersebut, dan tutupi setiap pohon jika diperlukan. Tujuan ini diyakini mampu menumbuhkan akar yang kuat.

Jika Anda menemukan kondisi lahan yang tidak sesuai, seperti kandungan bahan organik tanah yang rendah, berbagai solusi dapat diterapkan, seperti menambahkan bahan organik tambahan berupa pupuk kandang ke dalam lubang tanam.

Tanah dengan kandungan bahan organik tinggi biasanya lebih gembur, agak lembab (lebih mudah menahan air), dan tidak retak (Mariati 2013)

Pemilihan lokasi yang baik mencakup posisi dengan sinar matahari dan irigasi yang memadai, drainase yang lancar, tanah yang rata, dan kandungan bahan organik yang tinggi.

Hal ini dilakukan agar tanaman tidak tergenang dan dapat dibangun bedengan untuk menanam tanaman.

Jarak antar baris sekitar 34 meter, sedangkan jarak antar pohon 2,73,6 meter. Pilih varietas benih murni untuk memastikan bahwa akar berkembang dengan sempurna dan bebas penyakit.

Penanaman benih di lokasi yang sering tergenang air sebaiknya dihindari saat musim hujan. Bunga yang tumbuh pada pohon yang masih terlalu muda harus segera dicabut karena jika menghasilkan buah, pertumbuhan pohon akan terhambat. Saat mencangkok pada cabai, muncul cabang atau daun baru. ng utama harus segera dihapus.

Pemangkasan dilakukan untuk memastikan bahwa batang dan daun berkembang secara seragam, tidak tumpang tindih, dan semua daun tercerna.

Untuk membuat kemasan buah lebih mudah, jaga ketinggian pohon maksimal 2 meter. B. Jambu kristal dapat menghasilkan buah dalam satu tahun, tetapi untuk mempertahankan perkembangannya, pohon tersebut tidak boleh berbuah pada tahun pertama.

Pilih 34 cabang yang kuat untuk bertindak sebagai batang utama. Batang yang akan dijadikan batang utama dilindungi agar tidak menghasilkan buah dan tidak bengkok. Batang utama harus setinggi 40-50 cm, dengan semua cabang terpisah.

Tinggikan cabang di daerah yang rawan banjir, karena jika batang terlalu rendah dan buah bersentuhan dengan tanah, maka akan rentan terhadap penyakit.

Jika batang utama sudah berkembang, potonglah agar cabang sekunder (cabang pembantu) bisa tumbuh. Buang cabang yang terlalu panjang, terlalu tebal, terlalu kering, tidak sehat, atau terlalu dekat dengan tanah. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa fondasi pohon berkembang dengan baik dan mudah dirawat.

Bibit dipasok ke setiap pohon untuk tanaman umur 0-1 tahun, bersama dengan campuran 40 kilogram pupuk kandang, 50 kilogram TSP, dan 100 gram pupuk.

Urea dan 20 gram ZK dapat diaplikasikan pada pohon dengan cara ditaburkan di sekelilingnya atau digali di sekitarnya sedalam 30 sentimeter dan lebar 4050 cm.

Pemupukan dilakukan pada tanaman umur 1-3 tahun dengan NPK 250 gram/pohon, TSP 250 gram/pohon, dan seterusnya setiap 3 bulan dengan TSP dan NPK dengan dosis yang sama.

Jika perkembangan tanaman kurang baik, terutama pada pertumbuhan tunas hasil pemotongan ranting, berarti tanaman tersebut membutuhkan 2 kaleng pupuk minyak per pohon selain TSP dan NPK dengan ukuran yang sama.

Pemupukan dilakukan dengan menggali sekop yang mengelilingi tanaman tepat di bawah ujung tajuk pada kedalaman kurang lebih 30-40 cm, kemudian segera menaburkan pupuk pada sekop dan menutupnya kembali dengan penggalian sebelumnya.

Jika hujan turun dengan deras, usahakan agar tanaman di sekitarnya tidak jenuh dengan membuat saluran drainase.

Namun pada musim kemarau tanah tampak pecah, oleh karena itu penyiraman dengan pompa air 3 PK diperlukan untuk lahan seluas sekitar 3000 m2 dan dilakukan sekali sehari pada sore hari (Hodijah 2013).

Buah yang tumbuh di pohon akan ditentukan oleh keadaan pohon itu. Terlalu banyak buah akan menghasilkan sedikit, buah berkulit mengkilap dengan kualitas rendah.

Aturan umumnya adalah bahwa setiap cabang harus memiliki satu hingga dua buah, tanpa buah pada cabang yang tipis atau pendek.

Buah yang berukuran terlalu kecil, menghadap ke atas, bentuknya buruk, terluka atau terinfeksi, dan cabang dengan banyak buah harus dibuang.

Author: Irdansyah
I'm a regular contributor to IRDANSYAH commander, and in my business blog, my team and I share tales on the experience of starting a business from zero, how it feels to build a startup, and how to scale-up.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *